Info Product PC

Melibas Jalur Pantura Dan Selatan Dengan Outlander Sport GLX

Mon, 4 August 2014 - 14:07 | visits : 10369

Jakarta - Dalam liburan Idul Fitri tahun ini, detikOto menjajal jalur Pantura dan Selatan Jawa menggunakan Mitsubishi Outlander Sport. Karena tipe paling mewahnya sudah dicoba beberapa waktu lalu, kali ini detikOto mendapatkan kesempatan untuk menjajal tipe GLX, yang paling rendah dengan harga Rp 302 juta on the road.

Rute mudiknya ke beberapa kota, di antaranya Cirebon, Tasikmalaya, Bandung, dan Bogor hingga balik lagi ke Jakarta.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Cirebon melewati jalur Pantura (Pantai Utara). Selama perjalanan ke Cirebon, detikOto tidak melewati jalan tol melainkan lewat jalur biasa.

Kondisi jalan sepanjang jalur menuju Cirebon cukup beragam. Untungnya ketika detikOto mudik belum macet karena detikOto berangkat di H-6. Tapi, di beberapa daerah sempat menemukan macet, tapi tidak terlalu parah.

Nah, mau tahu cerita mudik detikOto menggunakan Mitsubishi Outlander Sport GLX ini? Yuk simak bersama ulasannya di bawah ini!


1. Menaklukan Jalur Pantura

Karena berangkat di H-6, maka perjalanan menuju Cirebon melewati jalur Pantura cukup menyenangkan karena tidak banyak menemukan titik kemacetan.

Jalanannya yang cukup beragam sangat mudah ditaklukan oleh Mitsubishi Outlander Sport GLX.

Seperti di sepanjang jalur Pantura yang membentang lurus, Outlander Sport GLX ini sangat nyaman dikemudikan. Tidak hanya bagi pengendara tapi bagi penumpang juga tetap merasa nyaman.

Ketika menuju kota pertama, detikOto hanya menjadi penumpang. Untuk kenyamanan penumpang, Outlander Sport ini mampu memberikan kenyamanan yang cukup. Apalagi ketika duduk di baris kedua yang ruang kakinya sangat luas.

Begitu juga untuk penumpang di bagian depan, posisi duduk yang nyaman sangat mudah diraih.

Sepanjang perjalanan, Outlander cukup tangguh tak terkecuali saat masuk ke Kabupaten Cirebon yang sudah mulai dipadati oleh para pemudik baik mobil atau sepeda motor.

Dengan Mitsubishi Outlander Sport, perjalanan melewati Jalur Pantura terasa menyenagkan apalagi ketika di dalam kota Cirebon yang mayoritas jalannya lebih padat ketimbang jalur Pantura sewaktu itu.

Setelah sampai di Cirebon, hari berikutnya perjalanan dilanjutkan menuju Tasikmalaya.

Rutenya tidak kalah menantang dengan rute sebelumnya apalagi selepas Kuningan menuju Ciamis, detikOto melewati jalan Kawali yang cukup menantang karena jalannya berkelok-kelok baik turunan ataupun tanjakan.

Ketika melewati jalan itu, performa dari Outlander bisa dirasakan dengan maksimal. Dengan menggendong mesin 2.000 cc MIVEC yang mampu melontarkan tenaga 150 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 20,1 kgm pada 4.200 rpm yang sama dengan generasi sebelumnya, jalanan tanjakan yang berkelok cukup mudah dilalui.

Mesin yang dikawinkan dengan transmisi 5 percepatan ini akselerasinya juga cukup mumpuni, apalagi ketika melewati jalan yang menanjak dan berkelok. Perpindahan giginya juga cukup halus sehingga mempermudah pengemudi ketika memindahkan perseneling saat kondisi jalan yang ekstrem.


2. Melewati Jalur Selatan

Setelah sampai di Tasikmalaya dan menginap, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung, Jawa Barat. Perjalanan mulai banyak menemukan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Saat itu detikOto sudah merasakan sebagai pengemudi.

Beberapa titik kemacetan mulai ditemui seperti di Rajapolah, Ciawi, Gentong, Malangbong hingga ke Nagreg.

Tapi untungnya macetnya tidak terlalu parah, di beberapa ruas jalan mobil masih bisa dikemudikan dengan kecepatan 40 km/jam, paling parah di 30 km/jam.

Jalan dari Tasimkalaya menuju Bandung tidak terlalu macet seperti arah sebaliknya, terutama di Nagreg yang dari Bandung ke arah Tasikmalaya yang sudah macet. Kecepatan mobil hanya 20 sampai 25km /jam.

Sepanjang jalur Nagreg menuju ke Bandung cukup lengang, Outlander mampu menaklukan jalur Nagrek yang menanjak dan berkelok-kelok. Saat jalanan lurus menuju Bandung atau selepas Nagreg, Outlander bisa dipacu hingga kecepatan 80 sampai 100 km/jam.

Begitu sampai di Bandung, terutama saat masuk jalan Soekarno Hatta kondisi jalan mulai padat karena volume kendaraan yang meningkat. Ketika jalan macet, Outlander bertransmisi manual yang digunakan detikOto masih sangat nyaman.

Settingan gas, pedal rem hingga ke koplingnya sangat nyaman sehingga ketika di jalanan yang macet tidak cepat membuat pengemudi menjadi pegal.

Dari kota Kembang, perjalanan di hari berikutnya dilanjutkan ke kota Hujan, Bogor. Rute yang ditempuh diantaranya Cianjur, Puncak, hingga ke Tajur. Selama diperjalanan menuju ke Bogor relatif lancar, tidak banyak ditemukan jalanan yang macet.

Jalan macet hanya ditemukan di beberapa ruas jalan terutama di jalanan dalam kota Cianjur dan Bogor. Saat melewati jalan Puncak yang didominasi menurun dari arah Cianjur ke Bogor, Outlander masih cukup tangguh melewati jalur tersebut.

Ketika di Puncak, detikOto menyempatkan untuk beristirahat di pos siaga mudik yang sudah disediakan oleh Mitsubishi. Disana detikOto beristirahat sambil menimkati beberapa makanan dan minuman yang diberikan gratis. Tak hanya itu, mobil juga diberikan pengecekan gratis.

Setelah dari Bogor, perjalanan dilanjutkan ke Jakarta. Saat itu hampir semua jalan yang dilewati detikOto diguyur hujan, tapi Outlander Sport tetap menunjukan sebagai Sport Utility Vehicle (SUV) yang serbaguna dan tangguh.


3. Fitur Lengkap

Selama perjalanan mudik dan pulang menggunakan Mitsubishi Outlander SPort GLX, detikOto ditemani dengan sejumlah fitur hiburan yang cukup lengkap. Jadi, selama perjalanan yang cukup panjang itu tidak merasa jenuh.

Fitur hiburan yang membantu menemani detikOto selama perjalanan seperti layar sentuh 7 inci 2 DIN dengan fitur DVD, CD, MP3, WMA, Radio FM/AM, USB dan bluetooth. Untuk memudahkan pengendara, tersedia audio switch pada bagian kiri kemudi. Asyik bukan, aktivitas berkendara pun tetap fokus.

Untuk menikmati musik atau fitur hiburan tersebut juga tidak susah karena untuk mendengarkan radio tingga menekan frekuensi yang diinginkan. Begitu juga ketika ingin mendengarkan MP3 dari USB atau Bluetooth.

Mobil ini juga sudah tersedia colokan untuk mengecas (Charger) smartphone jadi selama diperjalanan mudik dan pulang, detikOto tidak khawatir kehabisan baterai smartphone. Sambil mengecas, detikOto juga bisa sambil mendengarkan musik yang sama-sama terintegrasi ketika smartphone dicas.


4. Konsumsi Bahan Bakar

Ketika berangkat hari pertama dari Jakarta menuju Cirebon, Bahan Bakar Minyak (BBM) Mitsubishi Outlander Sport tidak penuh atau berada di bawah garis tengah. Selama perjalanan mudik dan pulang, detikOto hanya mengisi bahan bakar 2 kali.

Pertama BBM diisi ketika masuk ke kota Cirebon, saat itu kondisi BBM benar-benar kosong dan diisi hingga penuh dan kedua diisi di daerah Tajur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mitsubishi Outlander Sport GLX ini tergolong irit untuk diajak ke luar kota. Dengan menempuh perjalanan dari Jakarta ke Cirebon sejauh 231 km, Cirebon ke Tasimkalaya 107 km, Tasikmalaya ke Bandung 111 km dan Bandung ke Jakarta 263 km, konsumsi BBM Outlander Sport ini cukup irit.

Kecepatan selama perjalanan mudik dan pulang juga cukup beragam, stop and go-nya juga cukup banyak. Tapi rata-rata kecepatan perjalanan itu sekitar 60-80 km/jam untuk jalur yang lengang, dan 30-40 km/jam untuk jalur yang sedikit padat.


5. Kesimpulan

Poin Plus

1. Performa yang cukup mumpuni
2. Cukup nyaman untuk pengemudi dan penumpang
3. Konsumsi BBM yang cukup irit
4. Fitur hiburan yang cukup lengkap
5. Desain yang modern

Poin Minus

1. Bagasi belakang yang kurang luas
2. Jok yang dirasakan masih kurang lembut
3. Atap di baris kedua terlalu pendek

Sumber : www.detik.com

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top