News CV

Awas Di Penjara! Operasikan Truk Tribal Bisa Dikenakan Pasal

Fri, 30 August 2019 - 13:48 | visits : 112
MobilKomersial.com – Pernah dengan nama truk tribal? Pasti yang terlintas adalah truk yang dicat dengan motif tribal (tattoo). Bukan, jadi truk tribal itu adalah salah satu jenis truk yang overdimensi overload (ODOL). Karena ukurannya yang terlalu panjang dan juga muatan yang melebihi ketentuan.
Kalau truk tronton pada umumnya memiliki daya angkut maksimal 20 hingga 22 ton, berbeda dengan truk tribal yang bisa mengangkut hingga 30 ton. Ukuran panjangnya juga bisa mencapai 16,5 meter.
Promotion Manager PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) ,Toto Sudaryanto menanggapi hal tersebut dengan menyatakan, “Kalo rear body kan harus mengikuti standar pemerintah. Harus ikutin SKRB (surat keputusan pengesahan rancang bangun) di tiap karoseri. Jangan sampai melanggar odol. Ada aturanya, kalo ga sesuai kan surat uji tipe gak akan keluar dan gak bisa KIR”
Lebih lanjut, Toto menjelaskan, KTB tidak pernah merekomendasikan memodifikasi sasis untuk nambah muatan karena unit yang Kami jual sudah ada yang varian long maupun super long.
“Itu sepertinya truk bekas yang waktu dulu ada kebijakan impor truk bekas. Dari modelnya bukan truk yang di produksi KTB.”
Sependapat dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Logistik Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman menjelaskan, “Kalau odol memang permasalahan kita dari dulu, masih belum ada penyelesaian yang pas sepertinya. Tapi Kita menghimbau semua anggota dari Aptrindo taat aturan.”
Pemerintah juga sudah membuat petisi untuk para pengusaha yang membandel operasikan truk ODOL. Sanksi tegas bagi yang membawa muatan overload dan overdimensi baik yang melintas di jalan nasional maupun jalan tol.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 277, sanksi bagi pelanggar over dimensi diancam pidana hukuman penjara 1 tahun.

Sumber: mobilkomersial.com

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top